Panduan Singkat Budidaya Jamur Tiram

Salam sukses dan salam bahagia,

Kami adalah Petani jamur tiram yang berdomisili di Tegal. Kami mencoba untuk berbagi ilmu. Sebelumnya kami menyatakan bahwasannya tulisan dibawah ini adalah kutipan dari beberapa artikel tentang budidaya jamur tiram yang di share oleh kawan-kawan petani jamur tiram yang ada di indonesia terutama di pulau jawa. Hasil tulisan ini adalah rangkaian dari beberapa artikel yang di edit dan disesuaikan dengan kondisi keadaan di wilayah Tegal dan sekitarnya. Terima kasih kami ucapkan kepada kawan-kawan yang telah berbagi ilmunya, semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi rekan-rekan lain yang ingin mengembangkan budidaya jamur tiram di wilayah indonesia.

Mengenal Jamur

Jamur merupakan tanaman yang tidak memiliki klorofil sehingga tdk bisa melakukkan proses fotosintesis untuk menghasilkan makanan sendiri.
Jamur hidup dengan cara mengambil zat - zat makanan, seperti : selulosa, glukosa, lignin, protein, dan senyawa pati dari organisme lain.
Oleh karena itu jamur digolongkan sebagai tanaman heterotrofik yaitu tanaman yang kehidupannya tergantung pada organisme lain.
Diseluruh dunia ada ribuan spesies jamur yang tersebar dari wilayah subtropis yang cenderung dingin sampai kawasan tropis yang hangat.
Dari ribuan jenis jamur tersebut ada jamur yang merugikan dan ada juga jamur yang menguntungkan bagi kehidupan manusia.
Yang tergolong dengan jamur yang merugikan adalah berbagai jenis jamur penyebab penyakit pada manusia dan pada tanaman, misalkan menyebabkan keracunan bila dikonsumsi, menjadi sumber penyakit kulit, bila pada tumbuhan menyebabkan kelapukan pada batang kayu.
Jamur yang menguntungkan adalah jenis jamur yang memberikan manfaat pada kehidupan manusia, misalkan : untuk menghancurkan sampah oganik, menghasilkan antibiotik untuk obat, membantu proses pembuatan tempe, oncom dan alkohol. Termasuk jenis jamur yang menguntungkan adalah jamur yang dapat dikonsumsi oleh manusia tetapi tdk akan menimbulkan efek racun, antara lain : jamur merang, jamur shiitake, jamur kuping, jamur tiram dan jamur champignon.


JENIS-JENIS JAMUR KONSUMSI.

Hanya beberapa jenis jamur saya yang dapat dikonsumsi dari ribuan jenis jamur yaitu : jamur kuping, jamur tiram, jamur merang, jamur shiitake dan jamur champignon.
Jamur merang, jamur kuping dan jamur tiram yang dapat dibudidayakan di sebagian besar alam atau wilayah Indonesia yang bersuhu hangat. Sedangkan jamur champignon dan jamur shiitake hanya dapat dibudidayakan di tempat - tempar tertentu yaitu dataran tinggi yang bersuhu dingin.

SEJARAH BUDIDAYA JAMUR.

Pada awalnya pemenuhan kebutuhan manusia terhadap jamur konsumsi hanya mengandalkan kemurahan alam. Dengan cara seperti itu, jumlah jamur yang didapat sangat terbatas dan hanya pada musim-musim tertentu bisa diperoleh. Di Indonesia jamur hanya tumbuh secara alami pada musim hujan. Inisiatif untuk membudidayakan jamur komsumsi dilakukkan saat kebutuhan terus meningkat, sedangkan persedian di alam semakin terbatas. Berkat pengamatan dan ketelitian mempelajari cara hidupnya jamur, maka manusia berhasil membudidayakan jamur konsumsi untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat setiap saat. Di Indonesia budidaya jamur konsumsi terutama champignon, baru dimulai pada tahun 1969 oleh sebuah perusahaan swasta  nasional yang bergerak dibidang agrobisnis. Setelah jamur champignon, kemudian berturut turut dibudidayakan jamur merang, jamur kuping, jamur tiram dan jamur shiitake. Khusus jamur merang banyak petani yang membudidayakan secara tradiosional sekadar untuk memenuhi kebutuhan makan sehari - hari.
Lama kelamaan, kegiatan pembudidayaan jamur konsumsi menciptakan sebuah pekerjaan baru dibidang pertanian yang selama ini belum dikenal masyarakat petani baru di Indonesia .
Membudidayakan jamur konsumsi, khususnya jamur kuping, tiram dan merang, mendatangkan keuntungan yang sangat menggiurkan baik dilakukkan dalam skala kecil maupun skala besar.  Hal ini tdk terlepas dari tingginya permintaan dan nilai jual ketiga jamur tersebut. Selain itu budidaya jamur tiram, kuping dan merang memiliki beberapa keuntungan komparatif dibandingkan budidaya tanaman sayur.

Jadual Pekerjaan Budidya Jamur Tiram

Tahapan pekerjaan usaha budidaya jamur sangat penting untuk diketahui agar dapat menghitung : jumlah bahan yang harus disediakan, waktu kerja dan upah kerja. Selain itu adalah pembuatan bangunan tempat kerja termasuk alat-alat kerja.
Jadual dan urutan kerja pembuatan media tanam :
1 hari pekerjaan adukan bahan-bahan.
2 hari pekerjaan kompos bahan-bahan.
1 hari pekerjaan pewadahan.
1 hari pekerjaan sterilisasi.
1 hari pekerjaan pendinginan.
1 hari pekerjaan inokulasi.
30 hari pekerjaan inkubasi.
hari ke 40 s/d 45, baglog mulai ditumbuhi pinhead.
Masa tumbuh jamur interval 20 hari.
Baglog akan keluar jamur 3 s/d 4 kali masa panen.

KESIMPULAN :
Waktu pembuatan baglog atau media tanam = 7 hari.
Waktu fase INKUBASI = 30 hari.
Waktu tumbuh jamur = 80 hari.
Jadi waktu yang dibutuhkan dari START sampai FINISH adalah sekitar 117 hari atau 120 hari per baglog / media tanam.


PERAWATAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Pemilihan Bibit

Bibit adalah faktor utama yang menunjang dan mendukung pertumbuhan budidaya jamur tiram. Hasil yang diinginkan pada saat pemanenan ditentukan oleh bibit yang baik, Umumnya, baglog yang ada menggunakan plastik ukuran diameter 18cm panjang 30 cm. Berat rata-rata baglog dengan ukuran ini berkisar 1,3kg – 1,6kg dan memiliki tingkat kepadatan yang cukup. Bibit yang baik dapat dilihat pada tingkat pertumbuhan misselium yang sempurna, putih dan menyebar keseluruh area baglog yang ada.


Perawatan Baglog  pada Masa Inkubasi

Baglog yang baru dibeli biasanya memiliki tingkat pertumbuhan misselium antara 10 s/d 20% dari isi baglog. Dimana pada kondisi ini baglog belum layak untuk diletakkan pada rak yang ada didalam kumbung. Untuk mendapatkan pertumbuhan yang baik maka baglog yang baru dibeli tersebut masih harus dimasukkan keruang inkubasi lanjutan, yaitu ruang gelap agar pertumbuhan misselium mencapai tingkat kesempurnaan minimal memenuhi baglog sampai 90%. Jika ruang gelap tidak ada maka inkubasi dapat dilakukan dengan menggunakan plastik terpal berwarna hitam, fungsinya adalah untuk menciptakan kondisi ruang yang gelap. Lama waktu yang dibutuhkan untuk inkubasi lanjutan adalah sampai dengan 3(tiga) minggu dari tanggal pembelian. Pastikan ruang untuk inkubasi bersih dari hama, ditutup rapi agar cahaya tidak ada yang masuk kedalamnya. Selama masa inkubasi lanjutan tidak perlu dilakukan penyiraman.

Panduan Cara Merawat Baglog Jamur

Bila baglog yang ada di ruang inkubasi sdh memutih 100 % atau sudah diselimuti miselium sampai ke dasar baglog, maka baglog siap untuk di pindahkan ke rumah atau ruangan pertumbuhan jamur atau disebut kumbung jamur.

Tahapan kerja sebelum kumbung di isi baglog adalah :

  • Bersihkan seluruh ruangan dari segala kotoran baik berbentuk sampah maupun sarang binatang (misalkan sarang laba-laba).
  • Siram seluruh ruangan dengan air baik dinding, lantai maupun rak – rak penyimpanan baglog.
  • Bila memungkinkan steril area ruangan mempergunakan cairan formalin atau sejenisnya. Dengan cara disemprot atau dispray. Tujuannya agar ruangan benar – benar steril (bersih dari segala penyakit yang akan timbul pada pertumbuhan jamur).
  • Diamkan 1 x 24 jam atau 2 x 24 jam sampai bau formalin atau bau obat hilang.

Proses pemindahan baglog dari ruang Inkubasi ke ruang pertumbuhan jamur (kumbung)

Tata penempatan baglog sedemikian rupa di rak – rak yang sudah disediakan dengan tujuan agar rapih, mudah memeriksa baglog dan mudah pada waktu pemanenan jamur. Pada fase ini, mulailah pekerjaan pembesetan atau pembukaan bagian atas baglog dengan cara dilepas karet yang mengikat , sehingga akan terlihat permukaan baglog.
Tiap hari lakukkan spray permukaan baglog, sehari 2 x (pagi dan sore), lihat kondisi cuaca bila suhunya panas bisa 3 x sehari. Lantai ruangan dan dinding siram pakai air agar suhu ruang menjadi dingin dan lembab.
Dalam hitungan paling lama 2 minggu pinhead akan bermunculan dipermukaan baglog.

Pinhead mulai tampak dipermukaan baglog

        
Bila batang dan daun jamur sudah membesar, pada waktu spray usahakan jangan sampai kena air karena akan menambah kadar air pada jamur yang mengakibatkan warna menjadi kekuning-kuningan dan kwalitas jamur akan menurun (cepat busuk). Bila kondisi sdh seperti ini, rawat dan jaga suhu ruang agar tetap dingin dan lembab dengan cara lantai ruang selalu disiram dengan air agar tetap basah termasuk dinding-dindingnya.  
Tips menjaga kwalitas Jamur Tiram
Pada saat daun jamur mulai tumbuh perhatikan kelebarannya, jika daun sudah membesar maka pisahkan baglog dari baglog yang daunnya masih kecil dan jangan dilakukan penyiraman sampai masa pengutipan tiba, hal ini dilakukan agar warna jamur tetap putih segar. Untuk ukuran sejenis satukan dan kelompokkan dalam rak tertentu sehingga lokasi pemanenan dirak dapat diatur sedemikian rupa.
Ciri – ciri jamur yang siap panen adalah ujung daun jamur sudah tidak melengkung kebawah tetapi sudah mendekati ke datar. Segera petik jamur tsb dan habiskan seluruh jamur yang ada di permukaan baglog, jangan sampai ada yang tersisa termasuk akar-akar jamur (benar-benar bersih). Jamur akan tumbuh lagi dari baglog sekitar 20 hari setelah dipetik. Jumlah pertumbuhan jamur dalam 1 baglog bisa sampai 4 kali dan hasil jamur akan mencapai 0,60 kg dalam satu kali periode.
Perawatan Baglog Pasca Panen
Untuk mengoptimalkan hasil panen perawatan baglog mutlak diperlukan agar kandungan nutrisi yang ada didalam masing-masing baglog dapat terus terjaga. Untuk itu yang perlu diperhatikan adalah pada saat setelah pemanenan, baglog yang telah dipanen agar dibersihkan dengan cara mengorek bagian permukaan baglog bekas akar jamur yang dipanen dengan menggunakan tangkai sendok atau garpu. Kemudian celupkan permukaan baglog kedalam air bersih selama setengah menit kemudian tunggingkan permukaan baglog kebawah agar air rendaman menetes kebawah, biarkan selama tiga(3) hari kemudian balikkan kembali baglog ke posisi semula. Hal ini bertujuan agar misselium jamur kembali tumbuh normal.

Perawatan yang tepat menghasilkan panen jamur tiram yang optimal

Beberapa rekan seringkali mengeluhkan hasil panen jamurnya yang kurang optimal. Kisaran hasilnya hanya mencapai 300an gram per log. Di lain tempat ada rekan yang mampu menghasilkan hingga 500 gram per log.
Dalam perawatan baglog pada masa produksi yang perlu diperhatikan dengan baik adalah :
  • Sirkulasi udara. Pastikan suhu kumbung antara 16 s/d 24 derajat.
  • Pencahayaan (jamur tidak butuh cahaya yang banyak) tetapi kumbung juga tidak terlalu gelap
  • Kelembaban. Untuk pertumbuhan jamur yang baik kelembaban adalah sekitar 85%.
  • Bersih dari kontaminasi asap dan C02.
  • Menjaga selalu kebersihan kumbung
  • Pengawasan terhadap hama

Intinya adalah, jamur membutuhkan suasana yang lembab namun nyaman dari segi sirkulasi udara. Indikator sederhananya, bila suasana di dalam kumbung cukup nyaman bagi anda untuk bernafas, maka jamur dalam lingkungan yang baik untuk tumbuh. Kumbung yang kurang baik hasil panennya biasanya memiliki sirkulasi udara yang buruk. Beberapa dikarenakan jumlah log di dalam kumbung terlalu banyak sehingga terkesan sesak.


Beberapa kondisi yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut :

Baglog berhasil menumbuhkan miselium, tetapi tidak langsung memproduksi jamur, jika ya, hanya sedikit dan lambat.
Penyebabnya 1 : Kondisi pertumbuhan tubuh buah kurang baik dalam kumbung. Atasi dengan memeriksa temperatur dan kelembaban serta sirkulasi oksigen dalam kumbung. Buka atau tutup pintu/jendela kumbung dan atur hingga kondisinya sesuai.
Penyebab 2 : adanya kontaminasi bakteri, ulat, semacam lintah, atau hama. Atasi dengan memeriksa kebersihan dan higinitas baglog dan kumbung. Atur kondisi kelembaban, sirkulasi udara, penerangan, dan ventilasi. Periksa dengan benar kebersihan dan baglog yang terkontaminasi. Segera buang jika terdapat log kontaminasi .
Penyebab 3 : kemungkinan terdapat kontaminasi udara, asap, racun (dari obat-obatan sayuran misalnya), gas chlorine. Atasi segera dengan memindahkan asap, racun tersebut. Buatkan blower berupa exhaust fan dalam kumbung untuk mengeluarkan gas tersebut.

Jamur berhasil terbentuk (dengan adanya pin head) tetapi pembentukan tubuh buah terlalu lama. Bahkan tudung jamur gagal terbentuk (terlalu kecil)
Penyebabnya 1 : kemungkinan kurangnya cahaya (kondisi terlalu gelap tanpa cahaya sama sekali). Atasi dengan mengatur penambahan cahaya dengan jumlah yang tepat (kondisi tidak terlalu gelap). Yang penting jamur tidak terkena sinar matahari secara langsung.
Penyebab 2 : kemungkinan terlalu banyak karbondioksida. Pada saat produksi jamur, log mengeluarkan semacam gas yang mengandung karbondioksida. Karena pertumbuhan tubuh buah memerlukan oksigen (kondisi aerob), atur pergantian udara dalam kumbung dengan membuka atau menutup pintu dan jendela kumbung.
Penyebab 3 : waktu inkubasi yang terlalu lama. Sebaiknya pada saat miselium mencapai panjang 85 – 90% baglog, tutup baglog sudah mulai dibuka. Adakalanya jika menunggu 100%, pertumbuhan tubuh buah malah akan terlambat.

Beberapa tips tadi semoga berguna bagi para pelaku pebudidaya jamur tiram. Memang masih banyak lagi tips yang mampu menambah hasil panen yaitu
dengan menambahkan zat-zat nutrisi untuk pertumbuhan. Namun intinya untuk memperoleh hasil yang optimal, memang diperlukan perawatan yang baik. 


Cara Menghitung Modal Awal Untuk Membuka Usaha Budidaya Jamur Tiram

Gambaran singkat tata cara menghitung antara MODAL dan KEUNTUNGAN.
Didalam usaha budidaya : perencanaan, pembukuan, evaluasi, target kerja, kwalitas produksi, dll sangat penting untuk diperhatikan.
MODAL POKOK untuk memulai usaha budidaya jamur terdiri dari 2 bagian yaitu :

1). MODAL INVESTASI
2). MODAL OPERASIONAL.

Modal investasi terdiri dari :
1). Modal untuk pembuatan kumbung atau rumah jamur.
2). Modal untuk membeli peralatan perawatan media tanam (baglog).

Modal Untuk Pembuatan Kumbung atau Rumah Jamur
Jika kita ingin membudidayakan jamur dalam skala yang cukup besar maka kumbung atau rumah jamur mutlak dibutuhkan.
Berikutnya adalah media tanam (baglog) tempat tumbuh dan berkembangnya jamur tiram tersebut

MODAL OPERASIONAL :
Modal dialokasikan untuk pengadaan MEDIA TANAM dan UPAH KERJA OPERASIONAL PERAWATAN MEDIA TANAM.

Besaran MODAL tergantung kepada :
KAPASITAS PRODUKSI.
KECEPATAN PRODUKSI.


Cara berhitung keuntungan dari hasil produksi :
1 buah media tanam akan menghasilkan jamur 0,40 kg s/d 0,60 kg, ini adalah jumlah akumulatif dari awal panen dan sampai selesai.
1 buah media tanam akan tumbuhan jamur per 20 hari setelah dipetik, 1 periode dapat tumbuh (3 - 4) kali, tergantung dari kandungan nutrisi di dalam media tanam dan tatacara merawat media tanam.
Masa periode kurang lebih 3 - 4 bulan.
Masa panen jamur akan terjadi setiap hari, contoh dari 10.000 media tanam (baglog) akan menghasilkan rata-rata per hari 60 kg sampai 80 kg, bila harga jamur dijual seharga Rp 18.000,- artinya akan ada pemasukan sekitar Rp 1.080.000 s/d Rp 1.440.000,- per hari.

Hitungan antara modal operasional dan keuntungan per bulan :
Modal media tanam per buah Rp 4.000,-x 10.000 media tanam      = Rp 40.000.000,-
Hasil produksi = 90 % x 0,60 kg x 10.000 log x Rp 18.000,- per kg =
Rp 97.200.000,-
Keuntungan bruto per bulan = [ Rp 97.200.000 - Rp 40.000.000,- ] : 4 bulan = Rp 14.300.000,-

Cara Membuat Rumah Jamur

Rumah jamur atau dengan istilah lain KUMBUNG adalah tempat menyimpan media tanam agar pertumbuhan jamur dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan jamur yang berkwalitas (baik dari segi berat dan bentuk). Bahan untuk membuat rumah jamur usahakan dari bahan yang mudah didapat disekitar lokasi, murah dan kuat.
Buatlah rumah jamur dari bahan yang mudah didapat di sekitar area lokasi, misalnya dari bahan bambu untuk tiang (konstruksi), dindingnya pakai gedek (anyaman bambu) dan atapnya dari genteng tanah liat. Bila bahan tsb sulit juga didapat buatlah atapnya dari bahan alang-alang termasuk dindingya atau dari daun-daun kelapa yang dianyam. Prinsipnya yang paling mudah, sederhana, murah dan kuat. Penutup atap jangan mempergunakan ASBES, dengan alasan ruangan akan menjadi panas. Untuk lantai bawah tdk harus diplester (biarkan  tanah kalau perlu lapisi pakai pasir).
Buatlah suasana didalam bangunan tersebut menjadi LEMBAB dan DINGIN karena jamur akan tumbuh dengan baik.
Ukuran panjang bangunan dibuat per 2,00 meter dari tiang utama ke tiang utama.
Buat sistem rak dengan lebar sekitar 90 cm dengan tinggi rak sekitar 60 cm dan jumlah tingkat 5 buah.
Untuk gang / orang berjalan lebar sekitar 80 cm.
Bagian bawah tiang - tiang utama (bambu) konstruksi di letakan diatas pondasi setempat dan samping bangunan ditutup pakai pasangan bata agar tdk ada binatang masuk ke dalam ruangan.
Rak paling bawah,  jarak dari tanah sekitar 20 cm - 30 cm.
Lihat contoh gambar / foto :


Usahakan setiap membuat rumah jamur berkapasitas untuk 5.000 media tanam dengan ukuran kumbung sekitar 7 m x 5 m (ukuran memanjang) bisa juga ukuran bujur sangkar, semua tergantung bentuk tanahnya.

Tata cara pakai :
Bila bangunan kumbung sdh selesai dibuat jangan langsung dimasukan media tanam tetapi bersihkan area kumbung baik luar maupun dalam dari segala sampah dan kotoran bekas kerja.
Bersihkan pakai (disemprot) khusus bagian dalam (dari atas sampai bawah).
Kemudian semprotlah ruangan pakai obat kimia untuk mematikan bakteri-bakteri (agar area dalam menjadi steril) misalnya pakai formalin.
Diamkan sekitar 2 x 24 jam agar bau obat hilang dan pintu harus slalu tertutup.
Setelah itu masukan media tanam yang sdh terbungkus milesium 100 % (siap tumbuh jamur) dari ruang inkubasi.


Model Rak Jamur Tiram

Baglog berdiri :
Penataan baglog berdiri sangat cocok dilakukan jika di daerah yang dingin. Namun kurang cocok jika daerahnya panas karena penataan baglog berdiri mengakibatkan penguapan yang tinggi. Untuk baglog berdiri rak yang digunakan seperti gambar di bawah ini :


Ukuran rak menyesuaikan ukuran kumbung, ukuran di atas saya asumsikan ukuran kumbung 3 m x 7 m sehingga dalam satu kumbung ada 4 rak.


Baglog Tidur
Penataan baglog tidur bisa dilakukan di daerah panas maupun dingin. Penataan seperti tidak memakan tempat juga tidak banyak memakan biaya dalam pembuatan rak.
Penataan baglog ditata rebah(tidur) di atas rak dengan posisi satu baris tutupnya menghadap ke jalan, dan baris berikutnya tutup menghadap ke sebaliknya, dan seterusnya.

Gambar Penataan Baglog dengan metode Tidur

 

BUDIDAYA JAMUR BAGI PEMULA

Memulai usaha budidaya jamur bagi pemula sangat penting untuk mendapatkan tuntunan, agar terbayang tahap-tahapan kerja, disamping itu permodalan menjadi terukur dan hasil kerja maksimal.
Tahapan awal adalah :
Pelajari teori tentang budidaya jamur.
Banyak bertanya atau diskusi dengan petani-petani yang handal / yang sdh paham dengan usaha budidaya jamur.
Siapkan lokasi / tanah yang akan dijadikan usaha budidaya jamur, khususnya untuk mendirikan rumah jamur / kumbung. Dirikan rumah jamur dari bahan yang paling mudah didapat dan murah.


Mulailah dari kapasitas terkecil / minimum.
misalkan dari jumlah 1.000 log.
Untuk pengadaan log silahkan order/pesan pada kami di 085659676760
dengan Nurhadi


Buat catatan dari semua kegiatan yang sedang berlangsung tujuannya adalah sebagai bahan evaluasi kedepan. Amati cara hidup jamur.
Cari informasi dan buat jaringan mulai dari pengadaan bahan dasar sampai pada penjualan hasil panen / produk.
Buat rencana kerja dan target kerja.
Buat perhitungan anggaran pelaksanaan.
Untuk operasional usahakan dikerjakan sendiri dengan alasan kapasitas masih kecil dan sekalian belajar karakteristik jamur.


11. Untuk memulai membuka usaha budidaya jamur ada dua macam yang dapat ditempuh:
Memulai dari belajar merawat media tanam atau baglog, artinya PETANI PEMULA hanya menyiapkan rumah jamur / kumbung berikut alat kerja untuk merawat atau memelihara baglog / media tanam. Untuk baglog / media tanam membeli pada petani yg memproduksi baglog / media tanam, dimana baglog tsb sdh teruji kwalitasnya (misalkan : hasil panennya bagus).
22. Memulai dari belajar membuat media tanam / baglog, artinya mempersiapkan ALAT-ALAT KERJA, TEMPATKAN KERJA, BAHAN-BAHAN, dan TENAGA KERJA.

Yang kami jelaskan dibawah ini adalah untuk point (1).

Contoh perhitungan anggaran / biaya / modal kerja :
Tanah dianggap milik sendiri.
Modal terbagi 2 yaitu :
Modal untuk investasi, misalkan biaya untuk mendirikan kumbung dan pembelian alat-alat kerja bantu.
Modal operasional, misalkan biaya untuk pembelian / pengadaan media tanam, upah kerja dan lain-lain.
Kapasitas 2.500 log.

Luas kumbung 15,60 m2 @ Rp 225.000,-
:
Rp   3.510.000,-
Pembelian alat kerja bantu
:
Rp      400.000,-
Pengadaan media tanam = 2.500 log @ Rp 4.000,-
:
Rp  10.000.000,-
Total modal awal kerja
:
Rp  13.910.000,-


Hasil panen jamur adalah 90 % x 2.500 log x 0,60 kg x Rp 18.000,-
:
Rp 24.300.000,-
(perhitungan selama kurang lebih 4 bulan)


Keuntungan yang didapat adalah Rp 24.300.000 - Rp 13.910.000
:
Rp 10.390.000,-
Jadi keuntungan per bulan
:
Rp   2.597.500,-


Apakah Ilustrasi modal diatas masih terlalu tinggi???

Jika ya! Masih ada solusi lain, yaitu mulailah dengan 1.000 baglog.
Dengan estimasi biaya :
            Pembuatan rak dan kumbung  kurang lebih

Rp   2.000.000,-
            Baglog 1000 @ 4.000

Rp   4.000.000,-
            Jadi modal yang perlu disediakan sekitar

Rp   6.000.000,-


READ MORE - Budi Daya